Tokoh Wayang Jawa Purwa Sukarsana Sukesi dan Sumali

Friday, September 11, 2015

Sukasarana

Sukasarana adalah putra Begawan Suwandagni, bersaudara dengan Bambang Sumantri, Bambang Sukasarana berperangai raksasa kerdil, dan Sumantri berwujud satria namun walaupun jelek rupanya Bambang Sukasarana punya kesaktian yang tak bisa diabaikan. Ketika Bambang Sumantri diperintah oleh Prabu Harjunasasrabahu mengalihkan taman Sriwedari dari kayangan Untara ke Mahespati Sukasaranalah yang dapat mewujudkannya, namun apa yang didapat oleh Sukasarana yang saying sekali pada kakaknya, adalah sebuah kematian. Karena hati Sumantri malu apabila ia diketahui oleh rajanya punya seorang adik berwujud raksasa kerdil, hal ini diterima oleh Sukasarana namun ia akan menuntut balas apabila nanti Sumantri berhadapan dengan seorang raja raksasa disitulah Sukasarana akan membalas Sumantri.

Sukesi

Sukesi adalah putra Prabu Sumaliraja, raja setengah raksasa Alengka, dimasa remaja Dewi Sukesi memiliki cita-cita apabila nanti sang Dewi dilamar seorang pria, sang pelamar harus dapat menjabarkan “Sastra Jendra Hayuningrat” datanglah masa remaja Sukesi hingga banyak yang pelamar sand Dewi selain harus dapat menjabarkan “Sastra Jendra Hayuningrat” sang pelamar harus dapat mengalahkan Jambumangli. Tersebutlah Begawan Wisrawa yang mencarikan jodoh anaknya datang melamar sang Dewi, persaratanpun dipenuh oleh Wisrawa, Jambumangli mati ditangan Wisrawa dengan anggota badan terpotong-potong, dan penjabaran “Sastra Jendra Hayuningrat” penjabarannya dilakukan didalam kamar sudah jadi suratan dewata siapapun yang menjabarkan ajian tersebut maka keduanya akan saling jatuh cinta, begitulah yang dialami Sukesi.

Sumali

Sumali adalah raja Negara Alengka, sang Prabu punya dua orang putra yakni Dewi Sukesi dan Raden Prahasta, sebelum terkena imbas “Sastra Jendra Hayuningrat” Raden Prahasta berwajah tampan, namun ia berani mengintip Wisrawa dan Sukesi yang sedang menjabarkan “Sastra Jendra Hayuningrat” maka hilanglah ketampanan Prahasta menjadi raksasa. Prabu Sumali setelah lanjut usianya Negara Alengka diberikan pada cucunya yakni Dasamuka, putra Sukesi dan Wisrawa, dan Sumali menjadi seorag Pendeta.

Tokoh Wayang Jawa Srikandi Srimahapungung dan Sugriwa dan Subali

Thursday, September 10, 2015

Srikandi

Srikandi adalah putra Prabu Drupada raja Negara Pancala, ia terkenal sebagai seorang prajurit wanita hal ini terjadi ketika itu Srikandi yang sedang berjalan-jalan diluar istana mendapat sebuah kalung bunga teratai yang berada digapura kraton. Untaian Bunga yang ditinggal oleh Dewi Amba di Negara Pancala adalah merupakan pertanda api dendam, barang siapa yang memakai kalung bunga teratai itulah yang akan menghabisi hidup Begawan Bisma. Ternyata demikian Dewi Srikandi yang telah memakai untaian bunga teratai di dalam perang Baratayuda setelah berhadapan dengan Bisma maka turunlah sukma Dewi Amba bersama dengan Dewi Srikandi yang kemudian dapat membunuh Senapati Bisma. Namun kematian Srikandi juga mengenaskan dibunuh oleh Bambang Aswatama, dalam lakon Aswatama Nglandak.

Srimahapunggung

Srimahapunggung adalah seorang raja di Negara Medangkamulan putra Prabu Dewahesa, tersebutlah Negara Medangkamulan sebagai pusat pertanian, maka disebut Negara pertanian, sang Prabu punya dua orang putra dan putri, yang putri bernama Dewi Sri yang merupakan jelmaan Batari Sri dan yang laki bernama Sadana. Kemudian kedua orang ini oleh Dewa dijadikan Dewanya rejeki, maka menjadi makmurlah Negara Medangkamulan dan taklukannya. Prabu Srimahapunggung akhirnya tewas didalam peperangan melawan Prabu Cingkaradewa raja dari Negara Purwacarita.

Sugriwa dan Subali




Sugriwa dan Subali, ketika masih muda bernama Guwarsa dan Guwarsi, ketampanan kedua satria ini hilang dan berwujud kera manakala keduanya ingin memiliki Cupumanik Astagina. Setelah keduanya berwujud kera oleh orang tuanya Subali diperintah untuk bertapa ngalong di hutan Sonyapringga, dan Sugriwa disuruh tapa ngidang di hutan Dandaka. Setelah pada waktunya mereka berdua menerima anugrh dari Dewa, Subali diberi anugrah ajian Pancasonanya yang berdaya tak bisa mati kalau menyentuh tanah hingga akhinya Subali dapat menduduki kerajaan Gua Kiskenda dari tangan raksasa Lembusura, Maesasura, dan Jathasura. Namun karena keserakahan ajian Pancasonanya akhirnya Subali harus lenyap dari muka bumi, kerajaan dimiliki oleh Sugriwa dan Dewi Tara.
 

Blogroll

Most Reading